

Foto : Keluarnya mobil langsir yang Solar Subsidi
SUMUT, [ruanghukum.my.id] – Aktivitas pencurian dan penimbunan solar subsidi kembali terungkap. Kali ini, sebuah lokasi yang disebut sebagai Gudang Tomas di Jalan Beringin Raya, Helvetia, diduga menjadi tempat penampungan utama BBM bersubsidi yang dikumpulkan secara ilegal.
Fakta ini terungkap setelah tim ruanghukum.my.id yang memantau pergerakan mobil pelangsir di SPBU Titi Sewa Jalan Besar Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Seorang pengemudi bernama Arif mengaku mengangkut solar subsidi sebanyak 500 liter atau setengah ton untuk disetorkan ke lokasi tersebut.

“Mau disetor ke Gudang Tomas, Bang,” ujar Arif singkat beberapa waktu yang lalu.
Mobil Innova Dimodifikasi Pakai Baby Tank
Dalam pengamatan tim ruanghukum.my.id dilapangan, terlihat mobil jenis Innova yang dikendarai Arif telah dimodifikasi khusus dengan menambahkan tangki tambahan atau baby tank di bagian dalam kabin. Kapasitas tangki rahasia ini disebut mampu menampung solar subsidi hingga setengah ton.
Lokasi Gudang Tomas sendiri diketahui berada di Jalan Beringin Raya Pasar X 19, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Secara administratif, wilayah ini berada di bawah pengawasan hukum Polres Pelabuhan Belawan, tepatnya di samping Masjid Al Muhajirin.
Harga Setoran Rp7.600 per Liter
Arif mengaku menjual atau menyetorkan solar subsidi tersebut dengan harga Rp7.600 per liter. Dari harga tersebut, ia mengaku mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp600 untuk setiap liternya.
“Rp7.600 kita setor ke gudang, Bang. Dapat 600 per liternya,” pungkasnya.
Diketahui solar subsidi yang ditampung di gudang Tomas akan dijual dengan harga solar Industri.
Dugaan Pembiaran dan Keterlibatan Oknum
Yang menjadi sorotan publik, keberadaan Gudang Tomas ini dikabarkan sudah beroperasi dalam waktu yang lama namun tidak mendapatkan tindakan tegas. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya pembiaran bahkan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.
Masyarakat menilai, kerugian negara akibat kebocoran solar subsidi ini seolah menjadi hal yang biasa. Beredar isu adanya aliran dana atau setoran tertentu yang membuat lokasi ini aman dari razia, sehingga operasi mafia BBM terus berjalan leluasa di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. (Tim)
